Gunung Api Rokatenda yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus. Debu tebal disemburkan oleh gunung tersebut pada Sabtu 23 Maret 2013 pukul 18.00 WITA kemudian pada hari Minggu 24 Maret 2013 sekitar pukul 05.00 WITA.
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),
berkata bahwa semburan debu kali ini menutupi Desa Nitung dan Rokirole, serta beberapa desa lain disekitarnya. Akan tetapi semburan debu tersebut tidak separah dua desa tersebut.
Sebagaimana dikutip oleh Okezone, "Selama dua hari ini Gunung Rokatenda terus menyemburkan debu tebal, dan asap hitam. Tetapi intensitas semburan debu tidak sebesar yang terjadi pada beberapa pekan yang lalu. Beberapa ruas jalan dari pantai menuju kampung Reruwerere tertutup debu," urai Sutopo, Minggu (24/3/2013).
Showing posts with label volcano. Show all posts
Showing posts with label volcano. Show all posts
3/25/2013
3/07/2013
Gunung Tangkuban Parahu Meletus
BANDUNG, KOMPAS.com — Sejak ditetapkan statusnya naik dari Normal menjadi Waspada level 2 pada 21 Februari 2013 lalu, Gunung Tangkuban Parahu akhirnya meletus sejak Senin (4/3/2013) hingga Rabu (6/3/2013) ini. Namun, tipe letusan bersifat freatik, yakni mengeluarkan abu dan pasir vulkanik dari dalam kawah pusat.
Fenomena letusan freatik yang jarang ditemui di Gunung Tangkuban Parahu ini terekam melalui ponsel milik anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, letusan yang terekam itu menandakan aktivitas vulkanik naik setiap harinya. Tidak hanya Senin (4/3/2013) lalu, letusan kembali terjadi pada Rabu (6/3/2013) pagi, yaitu pukul 05.59 WIB.
Fenomena letusan freatik yang jarang ditemui di Gunung Tangkuban Parahu ini terekam melalui ponsel milik anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, letusan yang terekam itu menandakan aktivitas vulkanik naik setiap harinya. Tidak hanya Senin (4/3/2013) lalu, letusan kembali terjadi pada Rabu (6/3/2013) pagi, yaitu pukul 05.59 WIB.
Label:
gunung tangkuban perahu,
volcano
2/06/2013
Gunung Raung Meletus, Mayarakat Masih Aman
JAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Raung di Banyuwangi,
Jawa Timu, namun material erupsi tidak sampai keluar kawah dan tidak
membahayakan masyarakat sekitarnya.
Kepala Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan, pengamatan yang
dilakukan terhadap Gunung Raung pada Minggu (6/1/2013) dari pukul
00.00-12.00 WIB memperlihatkan asap kelabu dengan tekanan lemah muncul
hingga ketinggian 300 meter dari kawah.
Label:
gunung merapi,
volcano
Gunung Merapi Meletus
Rabu, 27 Oktober 2010
REPUBLIKA.CO.ID,Yogyakarta--Gunung berapi aktif di Indonesia
Merapi petang ini meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat
sejak pukul 17.02 WIB.
"Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat, namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.
Label:
gunung merapi,
volcano
Gunung Rokatenda di NTT Meletus
TEMPO.CO, Jakarta
- Gunung Rokatenda yang tegak di Pulau Palue, Kabupaten Ende, Nusa
Tenggara Timur, dinihari tadi meletus. “Tinggi letusan diperkirakan
antara 300 meter hingga 4.000 meter dari puncak gunung,” ujar Kepala
Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo
Purwo Nugroho, Ahad, 3 Februari 2013.
Akibatnya, terjadi hujan abu dengan ketebalan 1 milimeter yang mengarah ke selatan Gunung Rokatenda atau ke arah Kampung Ropa, yang berjarak 17 kilometer dari gunung itu.
Akibatnya, terjadi hujan abu dengan ketebalan 1 milimeter yang mengarah ke selatan Gunung Rokatenda atau ke arah Kampung Ropa, yang berjarak 17 kilometer dari gunung itu.
Letusan yang berlangsung selama 20 menit itu disertai dengan gemuruh dan lava pijar. “Amplitudo rata-rata 42 milimeter, dengan gempa seismik lima kali guguran dan dua kali letusan,” ujar dia.
Letusan gunung setinggi 875 meter itu mengakibatkan gempa tremor. Tremor berarti getaran yang berlangsung secara terus-menerus tanpa diketahui awal dari getarannya secara jelas.
SATWIKA MOVEMENTI
Label:
gunung merapi,
volcano
Pagi Ini Gunung Api Lokon Meletus Tiga Kali
MANADO- Gunung Lokon yang berada di Kota Tomohon,
Sulawesi Utara, kembali meletus pagi tadi. Letusan berlangsung sebanyak
tiga kali dan dalam waktu yang berdekatan.
Pantauan di lapangan, letusan gunung berapi itu terjadi pukul 09.09, 09.15, dan 09.19 Wita. Letusan gunung tersebut mencapai 700 meter, Minggu (13/1/2013).
Tingginya letusan membuat warga yang berada di Kota Manado terlihat sangat jelas. Gumpalan abu vulkanik yang berwarna putih kelabu tebal yang keluar dari Kawah Tompaluan terlihat menjulang tinggi ke udara.
Letusan ditandai dengan suara dentuman kuat yang terdengar dari pos pemantau Gunung Lokon-Mahawu, berjarak enam kilo meter dari Kawah Tompaluan. Sementara itu, abu letusan tertiup angin timur laut.
Hingga kini suara gempa masih terdengar. Pemerintah mengimbau warga agar waspada dan tidak beraktivitas pada radius 2,5 kilometer dari kawah.
(Effendi Pioh Labenjang/Sindo TV/kem)
Pantauan di lapangan, letusan gunung berapi itu terjadi pukul 09.09, 09.15, dan 09.19 Wita. Letusan gunung tersebut mencapai 700 meter, Minggu (13/1/2013).
Tingginya letusan membuat warga yang berada di Kota Manado terlihat sangat jelas. Gumpalan abu vulkanik yang berwarna putih kelabu tebal yang keluar dari Kawah Tompaluan terlihat menjulang tinggi ke udara.
Letusan ditandai dengan suara dentuman kuat yang terdengar dari pos pemantau Gunung Lokon-Mahawu, berjarak enam kilo meter dari Kawah Tompaluan. Sementara itu, abu letusan tertiup angin timur laut.
Hingga kini suara gempa masih terdengar. Pemerintah mengimbau warga agar waspada dan tidak beraktivitas pada radius 2,5 kilometer dari kawah.
(Effendi Pioh Labenjang/Sindo TV/kem)
Label:
gunung merapi,
volcano
Gunung Lokon meletus pukul 23.01 WITA
Letusan gunung itu disertai dengan bunyi gemuruh.
"Tinggi debu letusan kami masih sementara mengukurnya," katanya di Tomohon, Rabu.
Saat terjadi letusan, Kelurahan Kinilow I dan Kinilow, yang masuk dalam daerah rawan bahaya tidak diterangi lampu listrik karena sejak pukul 21.15 Wita aliran listrik padam.
Warga sempat berhamburan ke luar rumah sambil berteriak menyebut nama gunung itu berkali-kali.
Tak lama kemudian terdengar bunyi kentungan yang dipukul warga dari poskamling.
(ANTARA-305)
Editor: Ella Syafputri
Sumber : Antaranews.com
Label:
gunung merapi,
volcano
Gunung Merapi Tanah Datar
BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Gunung Marapi yang berada
di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, Rabu
(26/9/2012) sekitar pukul 16.30 WIB kembali meletus dengan mengeluarkan
abu vulkanik.
"Letusan terjadi pada gunung tersebut belum
diketahui apakah mengeluarkan material seperti lahar. Abu vulkanik yang
disemburkan gunung sangat tinggi di atas permukaan gunung," kata St.
Sinaro, warga Sungaipuar, Kabupaten Agam, Rabu.
Dia menyebutkan,
sebelum mengeluarkan abu vulkanik, terdengar suara gemuruh. "Suara
dikeluarkan tersebut apakah bersumber dari gunung tidak tahu persis,
yang jelas setelah suara gemuruh tersebut terlihat gunung mengeluarkan
abu vulkanik sangat tinggi," katanya.
Warga lainya Suryani,
mengaku sangat terkejut melihat abu vulkanik dari gunung setinggi 2.891
meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut yang sangat tinggi itu.
"Hampir
tiap pagi dan sore sejak aktivitas gunung meningkat pada 3 Agustus 2012
mengeluarkan abu vulkanik. Tapi, abu vulkanik yang disemburkan kali ini
sangat tinggi sekali," kata dia.
Dia memperkirakan abu vulkanik yang disemburkan gunung tersebut mencapai 1.000 meter lebih dari puncak gunung.
Semburan
abu vulkanik juga terlihat jelas dari kejauhan yakni Kota Bukittinggi,
dan bahkan dari Kota Payakumbuh, yang berjarak sekitar 32 KM dari Gunung
Marapi.
Miko, salah seorang warga Kota Payakumbuh, mengaku dapat
melihat jelas semburan abu vulkanik dari gunung tersebut. Sejak
peningkatan aktivitas gunung terjadi pada 3 Agustus 2011 lalu, PVMBG
hingga kini masih menetapkan status gunung waspada level II.
"Warga dan pendaki masih dilarang mendekati gunung sampai 3 kilometer dari puncaknya," kata dia.
Salah
satu gunung api aktif di Sumbar ini terakhir kali meletus pada 2005
lalu. Kawasan Gunung Marapi merupakan kawasan konservasi di Sumbar,
yakni Suaka Alam Marapi. Sejak akhir abad ke-18 hingga 2008, gunung itu
tercatat sudah 454 kali meletus, 50 kali di antaranya dalam skala
besar.
Gunung ini juga kerap dikunjungi para pendaki terutama
pada hari libur dan pergantian tahun. Titik awal pendakian berada di
daerah Kotobaru, Tanah Datar dengan lama perjalanan dari Kota Padang
menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam.
Dalam kondisi aktif normal,
gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek
itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar
Sumatera Barat.
Peningkatan aktivitas gunung terjadi 3 Agustus
2011 itu, gunung sempat menyemburkan abu vulkanik berbau belerang
mencapai 1.000 meter menjangkau Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam dan
Tanah Datar, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman.
Label:
gunung merapi,
volcano
Subscribe to:
Posts (Atom)